LA modul 3
| R terbaca | V terukur | I terukur | V Terhitung | I Terhitung |
|---|---|---|---|---|
| 560 | 4.35 V | 0.1 mA | 0.056 V | 7.768 mA |
| 1k | 4.60 V | 0.1 mA | 0.100 V | 4.600 mA |
| 1k2 | 4.95 V | 0.1 mA | 0.120 V | 4.125 mA |
| V Toleransi(%) | I Toleransi(%) |
|---|---|
| 7667.86 | 98.7 |
| 44500.00 | 97.8 |
| 4025.00 | 97.6 |
| Resistor | Resistansi | Tegangan terukur | Arus terukur | Arus Mesh (perhitungan) | ||
|---|---|---|---|---|---|---|
| Terbaca | Terukur | Variabel | Hasil | |||
| Ra | 1k | 0,986 | 2,8510 V | 6.47mA | IRa | 2.633mA |
| Rb | 1k | 0,978 | 0,8240 V | 1.25mA | IRb | 0.789mA |
| Rc | 1k | 0,981 | 0,2564 V | 0.56mA | IRc | 0.263mA |
| Rd | 1k | 0,979 | 2,0560 V | 4.94mA | IRd = I1 - I2 | 1.844mA |
| Re | 1k | 0,980 | 0,4620 V | 1.15mA | IRe = I2 - I3 | 0.526mA |
| Rf | 1k | 0,975 | 0,2352 V | 0.58mA | IRf | 0.263mA |
| Rg | 1k | 0,971 | 0,7020 V | 1.00mA | IRg | 0.789mA |
1. Hukum Ohm
- Buatlah rangkaian seperti gambar di bawah:
- Pilih resistor dengan resistansi sesuai dengan kondisi
- Ukur tegangan dan arus memakai voltmeter dan amperemeter dan catat pada jurnal percobaan.
- Buatlah rangkaian seperti gambar rangkaian di bawah:
- Pilih resistor dengan resistansi sesuai dengan kondisi
- Ukur tegangan dan arus memakai voltmeter dan amperemeter dan catat pada jurnal percobaan.
Percobaan hukum ohm dan teorema mesh
Hukum OHM
1. Bandingkan nilai resistansi terbaca dan perhitungan !
Jawab : Nilai resistansi yang terbaca lebih kecil dibanding nilai resistansi yang dihitung dengan rumus R = V/I menggunakan nilai V dan I terukur. Hal ini dapat disebabkan oleh nilai arus yang terukur tetap 0.1mA meskipun nilai resistansi telah dinaikkan pada rangkaian. Sementara, secara teori, seharusnya nilai arus semakin kecil dengan naiknya nilai hambatan.
2. Apa saja faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan pengukuran pada percobaan Hukum Ohm?
Jawab : Beberapa fakgor mencakup:
- Ketelitian dalam penggunaan multimeter
- Kalibrasi multimeer
- Hambatan dalam pada kabel jumper dan koneksi rangkaian
- Kesalahan pemasangan multimeter saat melakukan pengukuran pada rangkaian.
3. Jika nilai resistansi diperbesar sedangkan tegangan tetap, bagaimana pengaruhnya terhadap arus? Apakah sesuai dengan teori Hukum Ohm?
Jawab: Jika R diperbesar sementara V tetap, secara teori arus akan mengecil karena arus berbanding terbalik dengan resistansi. Namun, pada hasil percobaan dapat dilihat bahwa nilai arus terukur tetap sama. Tetapi nilai arus terhiting semakin kecil.
Hukum Kirchoff
1. Jika salah satu resistor pada cabang diperbesar nilainya, bagaimana pengaruhnya terhadap pembagian arus di setiap cabang?
Jawab: Jika resisttansi pada cabang diperbesar, nilai arus yang melalui cabang tersebut akan mengecil dan pada cabang lain, nilai arus akan meningkat (meski kecil)
2. Apakah jumlah aljabar tegangan dalam satu loop tertutup sama dengan nol berdasarkan hasil percobaan?
Jawab: Secara teori, ya. Dan teori KVL ini digunakan dalam perhitungan mesh. Namun, karena tidak dilakukan percobaan untuk hukum Kirchoff, tidak dapat diverifikasi melalui hasil percobaan.
Mesh
1. Bandingkan nilai arus hasil perhitungan metode mesh dengan arus hasil pengukuran. Apakah terdapat perbedaan? Jelaskan.
Jawab: Terdapat perbedaan antara hasil nilai arus perhitungan dengan arus hasil pengukuran. Namun perbedaan yang didapat juga memiliki rasio yang rata-rata mirip, dan naik/turunnya nilai arus pada setiap resistor juga cukup mendekati nilai pengukuran.
2. Apa keuntungan menggunakan metode mesh dibandingkan metode analisis biasa pada rangkaian yang kompleks?
Jawab: Metode mesh dapat mempermudah/menyederhanakan analisis pada rangkaian kompleks dengan memgurangi jumlah persamaan yang digunalan, sehingga perhitungan arus dqpat dilakukan dengan lebih cepat.
3. Mengapa pada resistor yang berada di antara dua mesh, arusnya merupakan selisih dua arus mesh
Jawab: Karena arus yang melalui resistor diantara dua mesh juga ada dua, dan memamasuki resistor dari arah yang berlawanan.
Download file disini
Comments
Post a Comment