LA Modul 4



1. Jurnal [Kembali]

1. RC Seri

BebanV terukurI terukurV pada bebanImpedansi
Xa = 100 ohm
1.490 V
Xb = 100 ohm5.93 V0.1 mA1.255 V375.93
Xc = 10 uF
5.260 V

2. RLC Seri
BebanV terukurI terukurV pada bebanImpedansi
Xa = 100 ohm

1.651 V
Xb = 22 mH6.03 V0.21 mA0.136 V101.545
Xc = 10 uF
5.720 V

3. RLC Parallel

BebanV terukurI terukurI1I2I3V pada bebanImpedansi
Xa = 100 ohm5.1 V5*10^-5 mA3*10^-5 mA
5.01 V7.047
Xb = 22 mH5.1 V5*10^-5 mA
5*10^-5 mA
4.96 V7.047
Xc = 10 uF5.1 V5*10^-5 mA
24*10^-5 mA5.22 V7.047

2. Prinsip Kerja [Kembali]

1. RC Seri

a. Susunlah rangkaian seperti pada gambar 4.2

b. Atur nilai beban R dan C sesuai dengan kondisi yang dimiliki, dimana pada kit modul, nilai :

    • Xa = 100 ohm

    • Xb = 100 ohm

    • Xc = 10 uF

c. Rangkailah rangkaian menggunakan kabel jumpersesuai dengan bentuk rangkaian yang sudah ada pada module kit

d. Hubungkan amperemeter dan voltmeter pada base station pada titik yang ditentukan

e. Hidupkan catu daya, atur tegangan sesuai jurnal

f. Ukur nilai arus dan tegangan yang terbaca pada titik yang ditentukan, catat pada jurnal

g. Ukur nilai tegangan pada masing masing beban, catat pada jurnal

h. Hitunglah nilai impedansi rangkaian menggunakan rumus impedansi rangkaian RC

2. RLC Seri

a. Susunlah rangkaian seperti pada gambar 4.4

b. Atur nilai beban R, L dan C sesuai dengan kondisi yang dimiliki, dimana pada kit modul, nilai :

    Xa = 100 ohm

    Xb = L2 = 22 mH

    Xc = 10 uF

c. Rangkailah rangkaian menggunakan kabel jumpersesuai dengan bentuk rangkaian yang sudah ada pada module kit

d. Hubungkan amperemeter dan voltmeter pada base station pada titik yang ditentukan

e. Hidupkan catu daya, atur tegangan sesuai jurnal

f. Ukur nilai arus dan tegangan yang terbaca pada titik yang ditentukan, catat pada jurnal

g. Ukur nilai tegangan pada masing masing beban, catat pada jurnal

h. Hitunglah nilai impedansi rangkaian menggunakan rumus impedansi rangkaian RLC seri

3. RLC Paralel

a. Susunlah rangkaian seperti pada gambar 4.5

b. Atur nilai beban R dan C sesuai dengan kondisi yang dimiliki, dimana pada kit modul, nilai :

    Xa = 100 ohm

    Xb = L2 = 22 mH

    Xc = 10 uF

c. Rangkailah rangkaian menggunakan kabel jumper sesuai dengan bentuk rangkaian yang sudah ada pada module kit

d. Hubungkan amperemeter dan voltmeter pada base station pada titik yang ditentukan

e. Hidupkan catu daya, atur tegangan sesuai jurnal

f. Ukur nilai arus dan tegangan yang terbaca pada titik yang ditentukan, catat pada jurnal

g. Ukur nilai tegangan pada masing masing beban, catat pada jurnal

h. Hitunglah nilai impedansi rangkaian menggunakan rumus impedansi rangkaian RLC paralel

3. Video Percobaan [Kembali]

Video Perangkaian dan Pengukuran pada RC dan RLC seri dan parallel



4. Analisa[Kembali]

1. Analisa pengaruh R,L, dan C terhadap sudut fasa! 

Rumus sudut fasa:
Resistor (R): tidak menyebabkan pergeseran sudut fasa, sehingga arus dan tegangan sefasa.
Induktor (L): menyebabkan arus tertinggal terhadap tegangan (lagging). Semakin besar pengaruh induktor, sudut fasa semakin positif.
Kapasitor (C): menyebabkan arus mendahului tegangan (leading). Semakin besar pengaruh kapasitor, sudut fasa semakin negatif.
 

2. Analisa Impedansi pada Rangkaian RC seri

Data praktikum:

V=5,93 V
I=0,1 mA
Z≈375.93 Ω

Impedansi RC seri dipengaruhi resistor dan reaktansi kapasitor. Karena impedansi cukup besar, arus yang mengalir kecil. Tegangan terbesar berada pada kapasitor (5,26 V), menunjukkan pengaruh kapasitif yang cukup dominan.

Hasil pengukuran menggunakan multimeter cukup berbeda dengan nilai teoritis, terutama pada hasil ukur nilai arus pada rangkaian yang lebih kecil dari teori. Hal ini dapat disebabkan oleh kesalahan dalam merangkai rangkaian RC, dan ketelitian dalam pengukuran arus.

3. Analisa Impedansi pada Rangkaian RLC seri

Data praktikum yang didapat:

V=6.03 V
I=0,21 mA
Z≈101.545 Ω

Impedansi RLC seri dipengaruhi oleh resistor, induktor, dan kapasitor:

Impedansi RLC seri lebih kecil dibanding RC seri, sehingga arus lebih besar. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh induktor dan kapasitor yang saling mengurangi reaktansi.

Hasil perhitungan melalui hasil pengukuran V dan I berbeda jauh dari perhitungan teori impedansi total RLC seri, hal ini dapat disebabkan oleh ketelitian saat melakukan pengukuran, pembacaan alat ukur, dan kondisi eksternal saat praktikum.

4. Analisa Impedansi pada Rangkaian RLC Parallel

Data yang didapat:

V=5,1 V
Itotal=5×105 A
Z≈7.047 Ω

Pada RLC paralel, tegangan pada setiap cabang sama sedangkan arus terbagi ke resistor, induktor, dan kapasitor. Impedansi yang kecil seharusnya menyebabkan arus total yang besar.

Hasil perhitungan melalui hasil pengukuran V dan I berbeda jauh dari perhitungan teori impedansi total RLC Parallel, hal ini dapat disebabkan oleh ketelitian pengukuran, pembacaan alat ukur, dan kondisi saat praktikum.

5. Download File[Kembali]

File download


Comments